BERPIDATO atau BERBICARA

Sopan santun berbicara merupakan salah satu kunci keberhasilan seseorang dalam menjalin hubungan dengan manusia lainnya. Hal ini khususnya jika dilakukan di Indonesia, sebagai negara yang masih menjunjung tinggi sikap dan keramahan serta tata krama pergaulan. Sopan santun berbicara juga merupakan salah satu hal yang dijadikan indikator untuk menilai kepribadian seseorang. Meskipun tidak pernah ada penyebutan secara kuantitatif, namun fakta menunjukkan bahwa ada korelasi antara kesopanan berbicara seseorang dengan kepribadian yang dimilikinya.

Semakin besar tingkat sopan santun berbicara seseorang, biasanya akan diikuti dengan makin baiknya perilaku dan kepribadian seseorang. Sehingga tak jarang hal ini sering menjadi sebuah penilaian awal seseorang pada seseorang lainnya.
Di Indonesia yang dikenal memiliki masyarakat yang berbudi pekerti luhur serta halus dalam berbahasa, sopan santun berbicara menjadi sebuah kewajiban. Khususnya, jika kita berbicara dengan orang yang lebih tua atau memiliki derajat yang lebih tinggi, kita harus bisa menjaga tutur kata yang baik.

Lain lagi di dalam berpidato atau berbicara di depan public, sering kita lihat pejabat-pejabat pemerintahan melakukan pengulangan istilah-istilah Inggris kemudian mengulang lagi dalam bentuk bahasa Indonesia, menurut saya hal itu sangat tidak efisien bahkan jadi mubajir.

Dalam ilmu komunikasi, berpidato digunakan untuk mempengaruhi orang lain dan membela diri yang berhubungan dengan kepentingan sesaat dan praktis.

Sementara untuk mempengaruhi orang lain, menurut  Aristoteles  ada 3 cara, yaitu :

  • Harus sanggup menunjukkan kepada khalayak bahwa kita memiliki pengetahuan yang luas, kepribadian yang terpercaya dan status yang terhormat yang disebut “ethos”
  • Harus dapat menyentuh hati khalayak, perasaan, emosi, harapan, kebencian dan kasih sayang yang disebut “phatos”
  • Meyakinkan khalayak dengan bukti yang kelihatan, yang disebur “logos”
  • Dari sejarah singkat perkembangan retorika atau ilmu komunikasi klasik yang patut kita catat yakni mengenai tahap penyusunan pidato karya Aristoteles yang sampai sekarang masih terus dipakai, adalah penentuan tema, penyusunan, gaya, memori dan penyampaian.

Oleh karena itu suatu bentuk komunikasi yang ingin disampaikan secara efektif dan efisien akan lebih ditekankan pada kemampuan berbahasa secara lisan.  Suatu komunikasi akan tetap bertitik tolak dari beberapa macam prinsip, yaitu :

  • Penguasaan secara aktif sejumlah besar kosakata bahasa yang dikuasainya. Semakin besar jumlah kosa kata yang dikuasai secara aktif semakin besar kemampuan memilih kata-kata yang tepat dan sesuai untuk menyampaikan pikiran
  • Penguasaan secara aktif kaidah-kaidah ketatabahasaan yang memungkinkan pembicara menggunakan bermacam-macam bentuk kata dengan nuansa dan konotasi yang berbeda-beda.
  • Mengenal dan menguasai bermacam-macam gaya bahasa dan mampu menciptakan gaya yang hidup dan baru untuk lebih menarik perhtian pendengar dan lebih memudahkan penyampaian pikiran pembicara.
  • Memiliki kemampuan penalaran yang baik sehingga pikiran pembicara dapat disajikan dalam suatu urutan yang teratur dan logis.

Pengetahuan tentang ciri-ciri pembicara yang baik sangat bermangaat bagi mereka yang sudah tergolong pembicara yang kurang baik dan bagi pembicara dalam tarap belajar. Bagi golongan pertama, pengetahuan tersebut dapat digunakan sebagai landasan mempertahankan, menyempurnakan atau mengembangkan keterampilan berbicara atau pidato yang sudah dimilikinya. Bagi golongan kedua yakni calon pemimpin. Hal itu sangat baik dipahami dan diaplikasikan sehingga dapat menghilangkan kebiasaan buruk yang selama ini mungkin dilakukan secara tidak sadar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s